Manajer Keuangan ABU TOURS Jadi Tersangka Penggelapan Uang Umrah

Akhirnya Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulses menetapan manajer keuangan dari Abu Tours yang berinisial MKS (40) menjadi tersangka baru dalam kasus penggelapan dan juga pencucian uang yang seharusnya milik jamaah umrah Abu Tours.

 

Dipastikan MKS ikut terlibat juga dalam kasus penggelapan dan juga pencucian uang yang sudah disetorkan oleh puluhan ribu jemaah umrah pada Abu Tours. “Dia manajer keuangan yang mana sudah menjabat sejak tahun 2016,” ucap Komisaris Besar Dicky Sondani, Kabid Humas Polda Sulsel ketika acara rilis tersangka pada hari Jumat (20/4) di Mapolda Sulsel.

Dicky juga menerangkan bahwa penetapan tersangka MKS ini dilakukan setelah para tim penyidik melakukan gelar perkara. “Ini sesuai dengan hasil gelar perkara yang sudah dilakukan tadi malam. Dan tersangka diduga kuat ikut terlibat juga dalam kasus ini,” lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan, imbuhnya, MKS ini terbukti sudah mendistribusikan sebagian dana dari para calon togel online terpercaya jamaah umrah ke nomer rekening penampung Abu Tours untuk digunakan sebagai keperluan pribadinya.

Dalam statusnya yang saat ini sudah menjadi tersangka, maka MKS sendiri dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 374 subsider 372 juncto pasal 55, 64 ayat 1 KUHP, dan atau pasal 3 dan juga pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang atau UU TPPU.

“Sanksinya adalah pidana penjara yang mana terlama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 1 milyar,” ungkap Dicky lagi.

Hari Kamis (19/4) kemarin, polisi juga menyita aset milik bos Abu Tours yang berupa rumah yang terletak di Perumahan Kartika Residence Nomor 7B dan B8 di Cinere, Depok, Jawa Barat. Dicky pun menjamin bahwa penelusuran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel tidak akan hanya berhenti sampai di sana.

“Kami bakal terus melakukan penelusuran, karena kami sangat yakin masih ada banyak sekali asetnya,” tegasnya singkat.

Sita Aset Abu Tours

Sebelumnya, Dicky juga mengatakan bahwa apabila dirupiahan sitaan  barang berharga yang dimiliki oleh Abu Tours ini ditaksir bisa mencapai Rp. 150 milyar. Hasil investigasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel ternyata menemukan bukti bahwa Abu Tours sudah mengalami kesulitan dalam hal membiayai ribuan jamaah untuk bisa pergi umrah.

Berdasarkan data paling anyar yang diterima, paling tidak ada 96.601 jamaah dari Abu Tpurs yang ditunda pemberangkatannya. Bahkan sampai batalnya mereka diberangkatkan umrah, kerugiaanya diperkirakan mencapai Rp. 1,4 triliun.

Dalam kasus ini, maka Polda Sulsel juga sudah menetapkan bos dari Abu Tours, Hamzah Mamba, sebagai tersangka pada tanggal 23 Maret 2018. Dan sejak saat itu lah, Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel akhirnya langsung bergerak cepat dan sudah melakukan penyitaan pada aset-aset berharga yang dimiliki oleh Abu Tours.

Dicky pun merinci aset tak bergerak yang sudah disita oleh pihak kepolisian jumlahnya ada 21 buah. Selain di Sulsel, aset-aset yang dimaksud juga tersebar di sejumlah daerah misalnya di Jakarta dan di depok. Sementara itu, untuk aset yang bergerak, sudah disita sejumlah 34 unit oleh pihak kepolisian dan aset-aset tersebut pun juga tersebar di mana-mana.

Penyitaannya dilakukan di antara lain di Kota Makassar ada 16 unit kendaraan roda empat dan 4 unit kendaraan roda dua, di Jakarta 16 unit kendaraan roda empat dan ada 4 unit kendaraan roda empat di Palembang.