Pemuda Pembacok Begal Tak Dipidana

Mohammad Irfan Bahri dan Ahmad Rafiki, dua pemuda yang menewaskan seorang pembegal memperoleh penghargaan berupa piagam dari  Kapolres Metro Bekasi Kota. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Kombes Indarto di Lapangan Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis 31/5/2018/. Kapolres menjamin bahwa dua pemuda yang melawan begal hingga menewaskannya di Jalan Layang Sumareccon Bekasi, 23/5/2018 lalu bebas dari tuntutan. Alasannya, menurut Indarto aksi tersebut tergolong mempertahankan diri sendiri dan tak bisa dikenai sanksi pidana.

 

Lebih jauh Kombes Indarto mengakatan bahwa tindakan tersebut harus dilakukan atau yang bersangkutan bisa dilukai semakin parah dan bisa sampai tewas. Perbuatan tersebut dinamakan bela paksa dan sesuai dengan KUHP Pasal 49 Ayat 1 ini tak dapat ditindak. Berikutnya, Indarto menambahkan bahwa kedua korban pembegalan tersebut tak pernah menjadi tersangka raja poker sehingga tak tepat bila saat ini mereka dikatakan sudah bebas. Kasus tersebut tak dapat dipidanakan mengingat tak ada tindakan melawan hukum, melainkan termasuk kategori bela paksa.

 

Pasca kejadian tersebut memang sempat beredar kabar terutama di media social bahwa salah seorang korban menjadi tersangka berkaitan dengan tindakan membela dirinya yang membuat pembegal menemui ajal. Ini adalah disinformasi kepada masyarakat karena saat itu status Irfan adalah sebatas saksi. Pada kasus dugaan aniaya yang menyebabkan seseorang tewas untuk hasil gelar perkara diharuskan menunggu informasi dari ahli pidana dan pada saat itu status korban masih saksi.

 

Kronologi pembegalan yang membuat pelaku tewas

Dua orang remaja, Irfan dan Rafiki pada Rabu malam minggu lalu hampir menjadi korban begal saat tengah berfoto-foto di Jembatan Layang Sumareccon Bekasi. Dua pelaku berinisial AS dan IY menodong kedua remaja tersebut dengan celurit sambil meminta paksa ponsel milik Irfan juga Rafiki. Alih-alih memberikan ponselnya keduanya justru melawan dua tersangka pembegalan sehingga terjadi perkelahian.

 

Celurit yang dibawa oleh  AS berhasil direbut oleh Irfan dan digunakan untuk melawan AS. Tersangka berhasil dilukai dan dalam perjalanan menuju rumah sakit menghembuskan napas terakhir. Setelah kejadian, Irfan dan Rafiki segera melapor ke Kepolisian Metro Bekasi Kota. Irfan sendiri sempat terkena sabetan senjata pada lengannya sebelum berhasil merebut celurit. Setelah mendapatkan laporan tersebut kepolisian segera melakukan pra-rekonstruksi sampai menemukan petunjuk peristiwa yang menewaskan satu orang tersebut.

 

Korban begal adalah jago silat

Pembegal yang memilih Irfan sebagai korbannya ini memang sedang sial karena korban rupanya adalah seorang jago silat. Modal beladiri inilah yang kemudian digunakan untuk menyerang balik si pembegal. Saat ditemui di rumah pamannya di kawasan Bekasi Timur memang terlihat tubuhnya masih penuh luka yang sudah agak mengering. Di wajah dan tangannya masih tampak benang jahitan berwarna hitam. Irfan memang bukan warga Bekasi melainkan asli dari Pamekasan Madura. Di kampung halamannya itulah ia berlatih silat.

 

Meskipun terbukti cukup tangguh hingga dapat menewaskan pembegalnya, Irfan tampak rendah hati saat diwawancarai. Ia bahkan mengaku masih belum terlalu lama berlatih silat. Irfan mengatakan bahwa ia berada di kota Bekasi dalam rangka liburan. Saat itu ia dan teman-temannya melancong ke Alun-Alun kota Bekasi usai shalat tarawih. Selain teman-temannya, ia juga mengajak seorang sepupunya. Di landmark kota Bekasi itu mereka lalu asyik berfoto-foto.

 

Tiba-tiba dua pembegal datang dan meminta ponsel sang sepupu, AR, karena takut AR pun memberikan ponselnya, sementara Irfan tak langsung memberikan telepon genggam miliknya. Ia pun dibacok di bagian bahu dan lengan oleh pelaku yang posturnya lebih besar dan tinggi daripada Irfan. Dengan berani remaja itu membalas dengan menendang kaki pelaku hingga terjatuh kemudian merebut celurit dan balas membacoknya.

 

Kedua pelaku akhirnya kabur setelah dijemput rekannya yang datang dengan sepeda motor. Irfan dan sepupunya segera ke dokter untuk mendapatkan perawatan sebelum melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.