PBSI Rilis 20 Atlet Untuk Piala Thomas-Uber 2018

Pada tahun 2018 ini, ada dua agenda penting PBSI untuk para atlet badminton. Dua ajang itu adalah Asian Games 2018 di mana Indonesia jadi tuan rumah pada bulan Agustus-September nanti, dan sebelumnya ada ajang Thomas-Uber Cup 2018 yang akan berlangsung di Thailand pada akhir Mei ini. Indonesia jelas ingin membawa pulang Piala Thomas di mana terakhir kali diraih pada 2002 di Guangzhou, China dan lebih-lebih Piala Uber yang terakhir dipegang tahun 1996 di Hong Kong.

 

Untuk tim Thomas, PBSI mengirimkan Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan dua pelapisnya yakni Ihsan Maulana Mustofa serta Firman Abdul Kholik. Sementara itu tiga ganda putra dibebankan pada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan sang juara All England 2018 sekaligus ganda putra terbaik Indonesia serta nomor satu dunia, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya. Thomas Cup akan jadi turnamen pertama Marcus/Kevin setelah absen satu bulan karena pernikahan Marcus di bulan April. Target juara layak diberikan kepada tim putra karena pada Thomas Cup 2016 di China, mereka kalah 2-3 di partai final atas Denmark.

 

Sementara itu untuk tim Uber, PBSI mengirim Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan dan Dinar Dyah Ayustine di sektor tunggal. Ganda putri akan dibebankan pada Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Ni Ketut Mahadewi Istaran/Nitya Krishinda Maheswari. 22 tahun puasa gelar, tim putri terakhir kali mencicip partai final saat dibungkam China dalam Uber Cup 2008 di Jakarta.

 

Atlet Dipilih Berdasar Ranking

 

Melihat jajaran pemain, skuad Thomas-Uber rupanya diputuskan PBSI berdasarkan ranking mereka saat ini. Hal ini akhirnya membuat Jojo harus mundur ke MS2 karena Ginting meraih peringkat agen poker terpercaya lebih tinggi sehingga terpilih sebagai MS1. Melihat pencapaian tim putra badminton di event beregu BATC 2018 yang berhasil mengalahkan China 3-1 di partai final, tentu harapan bisa memboyong piala Thomas ke Nusantara semakin tinggi.

 

Dibandingkan tim putra, tim putri memang harus berjuang cukup berat di Uber Cup. Namun melihat prestasi mereka yang mampu melangkah hingga babak semifinal BATC 2018 sebelum akhirnya dikalahkan tim juara yakni Jepang dengan skor 0-3, membuat PBSI cukup optimis. Bukan tak mungkin para pemain tunggal putri bisa berjuang maksimal dan pasangan Polii/Apriyani atau Della/Rizki mampu memberikan kejutan lagi.

 

Dua Wakil Indonesia di Final New Zealand Open 2018

 

Sementara itu jelang turnamen Thomas-Uber, beberapa atlet Indonesia ikut dalam ajang New Zealand Open 2018. Sudah memasuki babak semifinal, skuad Merah Putih patut berbangga karena ada dua wakil di partai final yakni sektor tunggal putra serta ganda putra. Untuk tunggal putra, ada Jojo yang berstatus sebagai unggulan kedua setelah menundukkan unggulan ketiga asal India, Sai Praneeth B. Kalah di gim pertama dengan 14-21, Jojo langsung menggedor dan meraih kemenangan 21-19 dan 21-8.

 

Menemani Jojo di final ada Berry Angriawan/Hardianto yang cukup dua gim saja mengalahkan pasangan Thailand, Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet yang berstatus unggulan keempat lewat skor 21-18, 21-16. Babak final bakal digelar Minggu (6/5) di mana Jojo akan meladeni mantan pemain nomor satu dunia asal China, Lin Dan.